GengWDGengWDGengWDGengWDGengWDGengWDGengWDGengWD

Sidang Isbat Penentuan Idul Fitri 2026 Digelar Hari Ini, Simak Jadwal dan Tahapannya

waktu baca 2 menit
Kamis, 19 Mar 2026 10:05 0 75 Yasmi Media

YASMI – Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia akan menggelar sidang isbat untuk menetapkan awal bulan Syawal 1447 Hijriah atau Hari Raya Idul Fitri 2026 pada Kamis (19/3/2026). Penentuan tersebut dilakukan pada hari ke-29 bulan Ramadhan sebagai bagian dari proses penetapan kalender Hijriah di Indonesia.

Sidang isbat dijadwalkan berlangsung di Auditorium H.M. Rasjidi yang berada di kompleks kantor Kementerian Agama Republik Indonesia di Jakarta. Kegiatan ini akan dimulai sekitar pukul 16.00 WIB dan melibatkan berbagai pihak terkait, mulai dari ulama, pakar astronomi, hingga perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, menjelaskan bahwa sidang isbat merupakan mekanisme resmi yang digunakan pemerintah untuk menentukan awal bulan Hijriah, termasuk awal Syawal.

“Karena melibatkan representasi yang luas, keputusan sidang isbat memiliki legitimasi keagamaan yang kuat,” kata Abu Rokhmad.

Rangkaian sidang isbat diawali dengan pemaparan data posisi hilal oleh para ahli astronomi. Setelah itu, pemerintah akan menerima laporan hasil rukyatul hilal atau pengamatan bulan sabit dari berbagai titik pemantauan yang tersebar di Indonesia. Data hisab dan laporan rukyat tersebut kemudian dibahas dalam sidang tertutup sebelum diambil keputusan akhir.

Dalam prosesnya, sidang isbat juga melibatkan sejumlah lembaga, di antaranya Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta para pakar dari observatorium dan lembaga astronomi lainnya.

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat, menyampaikan bahwa secara perhitungan astronomi posisi hilal pada akhir Ramadhan tahun ini masih berada di bawah kriteria yang telah disepakati negara-negara anggota MABIMS.

“Jadi kalau berdasarkan hitungan hisab, untuk ketinggian itu 0 sampai 3 derajat, tertinggi itu ada di Aceh ya. Kemudian untuk elongasi 4 sampai 6 derajat,” kata Arsad.

“Di ketinggian mungkin memenuhi tapi dari sudut elongasi itu masih kurang,” sambungnya.

Kriteria yang digunakan dalam penentuan awal bulan Hijriah merujuk pada standar MABIMS yang mengharuskan tinggi hilal minimal 3 derajat dengan elongasi minimal 6,4 derajat agar dapat terlihat.

Berdasarkan perhitungan tersebut, terdapat kemungkinan bulan Ramadhan tahun ini digenapkan menjadi 30 hari. Jika hal itu terjadi, maka Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada 21 Maret 2026. Meski demikian, kepastian tanggal Lebaran tetap menunggu keputusan resmi pemerintah yang diumumkan setelah sidang isbat selesai dilaksanakan.

Masyarakat diimbau untuk menunggu pengumuman resmi pemerintah terkait penetapan awal Syawal agar perayaan Idul Fitri dapat dilaksanakan secara serentak sesuai keputusan yang telah ditetapkan.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bottom Menu dengan Border Melengkung