GengWDGengWDGengWDGengWDGengWDGengWDGengWDGengWD

Ust. Suhri dan Jejak yang Tak Hilang

waktu baca 3 menit
Minggu, 23 Agu 2026 18:38 0 373 Yasmi Media

Hari ini, kabar itu datang.

Seorang guru yang pernah menjadi bagian dari perjalanan MTs Miftahul Ihsan telah berpulang. Ust. Suhri, nama yang bagi sebagian orang mungkin sederhana, tetapi bagi kami yang pernah mengenal dan belajar bersama beliau, tentu memiliki cerita dan kenangan tersendiri.

Saya mengenal beliau bukan hanya sebagai seorang guru di MTs Miftahul Ihsan. Saya pernah menjadi murid beliau. Pernah duduk sebagai seorang siswa di bangku madrasah, menerima pelajaran, nasihat, teguran, dan mungkin juga candaan beliau. Saat itu, saya tidak pernah berpikir bahwa bertahun-tahun kemudian, saya akan mengenang beliau melalui sebuah tulisan.

Dulu, kami mungkin menganggap kehadiran seorang guru sebagai sesuatu yang biasa. Setiap hari datang ke madrasah, bertemu guru, mengikuti pelajaran, lalu pulang. Begitu seterusnya.

Namun, hari ini saya kembali menyadari satu hal: tidak ada guru yang benar-benar biasa dalam perjalanan hidup seorang murid.

Ada orang-orang yang hadir hanya untuk sementara, tetapi meninggalkan jejak yang bertahan sangat lama.

Ust. Suhri adalah salah satunya.

Kepergian beliau hari ini mengingatkan saya pada masa ketika saya masih menjadi siswa MTs Miftahul Ihsan. Masa yang mungkin sudah jauh berlalu, tetapi tiba-tiba terasa begitu dekat ketika sebuah kabar duka datang.

Wajah-wajah masa lalu seakan kembali muncul. Ruang kelas, suasana madrasah, guru-guru yang pernah mengajar, dan teman-teman seperjuangan. Di antara semua kenangan itu, ada sosok Ust. Suhri yang pernah menjadi bagian dari perjalanan kami.

Kini beliau telah menyelesaikan perjalanan hidupnya.

Sebagai seorang murid, saya hanya bisa mengenang kebaikan yang pernah beliau berikan. Sebagai bagian dari keluarga besar MTs Miftahul Ihsan, saya merasa bahwa kepergian beliau bukan hanya kehilangan bagi keluarga, tetapi juga kehilangan bagi sebuah madrasah yang pernah menjadi tempat beliau mengabdi.

Mungkin setelah ini kita tidak lagi bisa bertemu beliau di madrasah. Tidak lagi mendengar suara beliau, tidak lagi melihat beliau menjalankan aktivitas sebagaimana dahulu.

Tetapi seorang guru tidak pernah benar-benar hilang.

Ilmu yang pernah diberikan akan terus hidup. Nasihat yang pernah disampaikan mungkin akan terus diingat. Dan kebaikan yang pernah ditanamkan akan menemukan jalannya sendiri melalui murid-murid yang pernah beliau didik.

Ust. Suhri, terima kasih telah menjadi bagian dari perjalanan kami.

Terima kasih telah pernah hadir di MTs Miftahul Ihsan dan menjadi bagian dari cerita hidup kami sebagai murid.

Hari ini kami melepas kepergian panjenengan dengan doa.

Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa dan khilaf, menerima seluruh amal kebaikan, melapangkan dan menerangi alam kubur, serta menempatkan panjenengan di tempat terbaik di sisi-Nya.

Selamat jalan, Ust. Suhri.

Nama panjenengan mungkin akan menjadi bagian dari masa lalu, tetapi jejaknya akan tetap menjadi bagian dari cerita panjang MTs Miftahul Ihsan.

Dan bagi saya pribadi, panjenengan akan selalu menjadi salah satu nama yang pernah hadir dalam perjalanan saya sebagai seorang guru, dan sebagai bagian dari masa ketika saya pernah menjadi seorang murid.

Al-Fatihah.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bottom Menu dengan Border Melengkung